Npm : 11211659
Kelas : 4EA25
Industri
kreatif Yogyakarta mulai dilirik investor asing
Liputan6.com, Jakarta - Pesona
industri pariwisata dan ekonomi kreatif Yogyakarta ternyata mampu menarik minat
para investor asing. Sejauh ini, sektor infrastruktur pendukung pariwisata dan
ekonomi kreatif di Yogyakarta bahkan telah menjadi sasaran penanaman modal para
investor asing khususnya yang tergabung dalam kelompok 20-20 Investment
Association.
Ketersediaan dan
kualitas sumber daya manusia di Yogyakarta menjadi perhatian tersendiri bagi
para investor. "Industri kreatif dan pariwisata tumbuh dengan grafik yang
cemerlang di Yogyakarta. Perusahaan game developer top dunia semacam
Gameloft saja berani membuka kantornya di Yogyakarta," terang Juru bicara
20-20 Investment Association, Tom Lembong, Sabtu (8/11/2014).
Itu dapat terjadi
lantaran ketersediaan dan kualitas SDM di Yogyakarta cukup mumpuni dan
prospektif untuk pengembangan bisnis. Bahkan di bidang teknologi, Yogyakarta
juga memiliki para programmer handal dan cemerlang.
Tak hanya itu, para
peretas sistem berkapabilitas tinggi juga banyak berasal dari kota tersebut.
"Ada semacam karunia tersembunyi di Yogyakarta ini sehingga Gameloft
berani tanam modal di sini," kata Tom.
Diakuinya, perhatian
investor selama ini lebih banyak terpusat ke Bali dan Jakarta sehingga mereka
tidak melihat tingginya potensi di kota lain seperti Yogyakarta. Padahal,
Yogyakarta sudah lama dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata Tanah Air.
Belajar dari Gameloft,
sistem perizinan dari pemerintah daerah menurutnya terbilang relatif mudah di
samping adanya dukungan dari masyarakat. Selain itu, faktor keamanan dan
keselamatan di kawasan tersebut juga masih terbilang cukup kondusif dan tidak
menghambat laju investasi.
Sebelumnya, Gameloft
Indonesia memang telah membenamkan modal senilai US$ 1 juta untuk membuka
kantor cabang di Yogyakarta. Dalam kesempatan terpisah Wakil Gubernur DIY KGPAA
Paku Alam IX mengatakan Yogyakarta sangat terbuka pada berbagai investasi. Dia
juga mendukung hadirnya para investor di Yogyakarta.
Sekadar informasi,
kelompok 20-20 Investment Association merupakan lembaga non-profit yang berdiri
sejak 1992. Anggotanya terdiri dari lebih 30 organisasi pengelola dana dari
beberapa negara di Eropa, Asia dan Amerika seperti Kanada, Korea, Selandia Baru
dan beberapa negara lain. (Nrm)
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar