NPM : 11211659
KELAS : 1EA19
MATKUL : Ilmu Budaya Dasar
INDAHNYA BATIK
INDONESIA
Salah satu dari
banyaknya ragam kekayaan Indonesia yang bisa menarik minat dari para wisatawan
adalah batik. Saat ini batik sudah menjadi milik Indonesia dan mancanegara pun
tau bahwa batik merupakan hasil kerajinan atau keunikan yang dimiliki oleh
Indonesia. Karena batik sudah ditetapkan oleh UNESCO sejak 2 oktober 2009
menjadi milik Indonesia sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan
nonbendawi. Sebelum ditetapkan oleh UNESCO batik merupakan milik Indonesia,
Malaysia sempat mengakui batik merupakan milik Negara mereka. Maka dari itu
warga Indonesia sempat geram oleh kelakuan Malaysia yang mengakui batik
merupakan milik mereka. Maka dari itu Indonesia berusaha meminta pada UNESCO
untuk menetapkan batik sebagai milik Indonesia, karena memang batik adalah
hasil kerajinan tangan masyarakat Indonesia. Dan permintaan itu pun dikabulkan
oleh UNESCO pada tanggal 2 oktober 2009. Sejak saat itu mancanegara tau bahwa
batik merupakan milik Indonesia.
Batik merupakan
salah satu dari cara pembuatan pakaian. Dan pengertian dari batik adalah kain
atau busana yang dibuat dengan teknik pewarnaan kain dan termasuk juga
penggunaan motif-motif tertentu yang memilki kekhasan dari Indonesia ( sumber:
Wikipedia). Teknik pewarnaan kain adalah teknik yang menggunakan lilin khusus yang digunakan
untuk membuat batik disebut malam (wax-resist
dyeing) untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Pada awal mulanya batik
berasal dari daerah Jawa.
Batik merupakan
warisan dari nenek moyang Indonesia yang berasal dari Jawa yang sampai saat ini
ada dan dipakai oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Yang pertama kali
memperkenalkan batik pada dunia adalah Presiden Soeharto, beliau memakai batik
saat menghadiri konferensi PBB. Dulunya perempuan-perempuan di Jawa menjadikan
keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian mereka, maka dari
itu zaman dulu membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukanya
Batik Cap yang memungkinkan masuknya
sentuhan laki-laki pada keterampilan membatik ini. Tetapi ada beberapa
pengcualian yaitu batik pesisir yang punya sentuhan maskulin seperti yang bisa
dilihat mega mendung dimana dibeberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah
lazim bagi kaum laki-laki. Pada zaman dulu tradisi membatik merupakan tradisi
turun menurun maka kadang kala suatu motif batik batik dapat dikenali karena
berasal dari batik keluarga tertentu, bahkan beberapa motif batik menunjukan
status seseorang dalam masyarakat. Saat ini yang kita ketauhi adalah beberapa
motif batik tradisional yang hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan
Surakarta. Salah satu motif batik yang digunakan oleh bangsawan adalah batik
motif parang.
Pada gambar di atas dilihat pahlawan wanita
R.A Kartini dan suaminya menggunakan rok batik. Batik motif parang yang dipakai
oleh Kartini adalah pola atau motif yang digunakan oleh para bangsawan.
Beragam corak dan warna pada batik
dipengaruhi oleh berbagai macam pengaruh asing. Pada awalnya batik hanya
memilki ragam corak dan warna yang sangat terbatas dan pada beberapa corak atau
motif yang hanya boleh dipakai kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap
berbagai pengaruh dari luar, seperti para pedagang asing dan para penjajah.
Warna-warna cerah seprti merah yang dipopulerkan oleh Tionghoa yang juga
mempopulerkan corak phoenix. Dulunya
bangsa Eropa juga menaruh minat pada batik Indonesia, dan hasilnya adalah corak
bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal seperti bunga tulip, dan juga
benda-benda yang dibawa penjajah seperti gedung atau kereta kuda, termasuk juga
warna kesukaan mereka yaitu warna biru. Tetapi batik tradisional tetap
mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat karena
masing-masing corak memiliki perlambangan yang berbeda satu sama lainnya.
Cara pembuata dari batik
adalah batik dibuat diatas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas
yang dinamakan kain mori. kain mori
adalah kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas dan biasanya dipakai
sebagai bahan untuk membuat kain batik. (sumber: wikipedia). Ada dua jenis kain
mori yaitu yang telah mengalami proses pemutihan dan kain mori yang belum
diputihkan, Kain yang belum diputihkan disebut juga kain belacu. Pada saat ini
batik dibuat dengan bahan lain yaitu sutera, polyester, rayon da bahan sintetis
laninnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang
dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar sehingga
cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Lalu kain yang sudah dilukis dengan
lilin kemudian dicelupkan dengan warna yang diinginkan. Setelah beberapa kali
proses pewarnaan kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk
melarutkan lilin.
Jenis batik menurut tekniknya adalah
·
Batik tulis adalah kain yang dihias dengan
tekstur dan corak pada batik menggunakan tangan langsung. Pembuatan batik ini
jenis ini memakan waktu selama 2 sampai 3 bulan.
·
Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture
dan corak batik yang dibentuk dengan cap (yang biasanya terbuat dari tembaga).
Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu selama 2 sampai 3 hari
·
Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan
cara langsung melukis pada kain putih.
Batik bersal dari berbagai daerah di Indonesia.
Yaitu :
§ Batik
Bali
§ Batik
Banyumas
§ Batik
Madura
§ Batik
Malang
§ Batik
Pekalongan
§ Batik
Solo
§ Batik
Tasik
§ Batik
Aceh
§ Batik
Cirebon
§ Batik
Jombang
§ Batik
Banten
§ Batik
Tulungagung
§ Batik
Kediri
§ Batik
Kudus
§ Batik
Jepara
Batik dapat menarik minat para wisatwan
karena batik memiliki motif ataupun corak yang beragam dari berbagai
daerah berbeda-beda, hal itulah yang
membuat daya tarik yang besar pada batik. Maka dari itu batik dapat menarik
minat para wisatawan yang datang ke Indonesia karena rasa penasaran mereka yang
ingin melihat pembuatan batik secra langsung. Hal ini juga dapat meningkatkan
perekonomian Negara. Karena banyaknya wisatawan yang datang langsung ke
Indonesia untuk membeli dan melihat lagsung pembuatan batik tapi ada juga yang
membeli dengan cara mengeksport. Hal ini dapat meningkatkan perekonomian di
Indonesia sekaligus meningkatkan perekonomian pengrajin batik itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar