Minggu, 27 November 2011

TULISAN 3

Nama   : Cindy Lasita Syahraini  
NPM    : 11211659
Kelas  : 1EA19
Matkul : Ilmu Budaya Dasar

cinta
It’s all about love
Semua tentang cinta
Cinta
               
                CINTA… itu hanya sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf yaitu: C, I, N, T, A. Tetapi makna atau arti dari cinta itu sangatlah besar. Bagi setiap orang mempunyai pendapatnya ataupun persepsi masing-masing terhadap apa arti sebenarnya dari cinta itu. Dan setiap orang pun memilki caranya masing-masing dalam merasakan cinta.
            Dan menurut saya cinta itu adalah suatu perasaan yang sangat dalam dan saat kita mulai mencintai seseorang kita juga harus siap kehilangan karena cinta tak selalu harus memilki, awal dari cinta itu hadir adalah dari adanya rasa ketertarikan terhadap lawan jenis namun lama-kelamaan rasa ketertarikan itu terus bertambah hingga rasa ingin memilki orang tersebut. Perasaan cinta tidak dapat diduga kapan datangnya juga kepada siapa rasa cinta itu tumbuh, juga perasaan cinta itu tidak dapat dipaksakan. Bagi saya cinta itu bagaikan topeng… topeng mempunyai dua sisi dan topeng pun bisa menyembunyikan wajah seseorang. Menurut saya cinta pun seperti itu, cinta mempunyai dua sisi yaitu sisi pertama disaat kita baru merasakan cinta sungguh indah dan menyenangkan apapun yang kita lakukan semuanya kita lakukan dengan senang hati hidup kita pun terasa lebih berwarna, sedangkan sisi yang kedua disaat kita disakiti atau tersakiti oleh orang yang sangat kita cintai perasaan senang itupun langsung lenyap dalam sekejap yang terasa hanyalah rasa sakit. Cinta juga dapat menyembunyikan keburukan ataupun kebaikan seseorang, saat kita mencintai seseorang kita harus bisa menerima dia apa adanya. Maka dari itu rasa cinta itu dapat menyembunyikan sesuatu.
            Disini saya akan membuat suatu cerita tentang betapa besarnya cinta seseorang perempuan terhadap laki-laki pada pandangan pertama.

#JOMBLO GW HILANG DI PUNCAK#

Horeeee ^0^... puncak I am coming!!” ucap Dila sambil melompat turun dari tempat tidurnya. Hari sabtu pagi ini rencanya Dila dan juga teman-teman kampusnya akan menginap ke puncak. Dila dan teman-temanya bakalan menginap di puncak selama seminggu, karena mereka ingin merayakan telah selesainya Ujian Akhir semester di kampus mereka. Dila adalah salah satu mahasiswi dari universitas yang cukup bagus di Indonesia, di kampus itu Dila mengambil jurusan ekonomi management saat ini ia masih tercatat sebagai mahasiswa baru.
            “ Citra hari ini kita jadi kan? Dino hari ini kita jadi kan? Ray hari ini kita jadi kan? Lina hari ini kita jadi kan? Sera hari ini kita jadi kan? Bimo hari ini kita jadi kan? Vano hari ini kita jadi kan? Velove hari ini kita jadi kan? Nabila hari ini kita jadi kan? Wulan hari ini kita jadi kan?” tulis Dila saat ia mengirim BBM ke teman-temanya yang sudah berencana akan pergi puncak bersama-sama. “jadi kok, jam 10.00 kita ngumpul dirumah lo ya” jawab semua teman Dila. Setelah Dila menerima BBM dari teman-temanya tersebut, ia pun langsung meluncur ke kamar mandi karena saat ini waktu sudah menunjukan 09.00. Hobi Dila adalah menyanyi dan suara Dila pun ya jelek-jelek bangetlah, “ I AM A SINGLE LADIES… I AM A SINGLE LADIES NOW PUT YOU HANDS UP…” itu adalah lagu yang sedang Dila sangat sukai. Karena baginya lagu dari Beyonce itu sangat sesuai dengan status jomblonya sekarang. “hehehe… gue ga mau nyanyi lagu galau lagi ahhh, bosen!” ucap Dila pada dirinya sendiri. karena diantara teman-temanya hanya Dila yang belum punya pacar, sebenernya Dila belom pernah pacaran. Maka dari itu Dila udah bosen banget sama gelar jomblo yang susah banget dilepasnya.
 Dila mandi dengan rasa yang sangat senang, karena ini pertama kalinya ia menginap bersama teman-teman kampusnya. Dulu saat SMA Dila juga pernah menginap bersama teman-temanya, tetapi sekarang Dila akan menginap bersama teman kuliahnya. Dila merasa ini adalah pengalaman yang baru dan pastinya seru. Maka dari itu Dila sangat senang dan juga sangat bersemangat saat diajak menginap bersama temanya.
Jam 09.35 Dila sudah keluar dari kamar mandi kemudian ia berpakaian dan juga mengeluarkan tas ransel yang akan dibawanya ke puncak. “mamaku , papaku sayaaang …” Dila berteriak-riak memanggil kedua orang tuanya. Dila merupakan anak yang terbilang cukup manja pada kedua orang tuanya karena ia adalah anak tunggal. “iya sayang, mama sama papa di meja makan” sahut mama dari jauh. Setelah mendengar suara dari mamanya Dila pun berjalan menuju ke ruanga makan. “ma, pa hari ini aku jadi ke puncak ya nanti anak-anak pada ngumpul disini kok dulu sebelum pergi” ungkap Dila sambil mengambil roti yang sudah disiapkan oleh bibi di atas piring.  Baru saja Dila menghabiskan rotinya, suara klakson mobil temanya sudah terdengar dari luar rumah. Setelah pintu rumah dibuka oleh bibi teman-teman Dila pun memasuki rumah. “selamat pagi tante, om” sapa teman-teman Dila pada mama dan juga papa Dila. “iya pagi… kalian mau jalan langsung sekarang ya?” jawab mama Dila sedagkan papanya hanya tersenyum pada teman-teman Dila. “iya tante kita langsung jalan sekarang aja, soalnya takut macet tante ke puncaknya” jawab Vano. “oo.. yaudah hati-hati ya kalian semua, tante titip Dila ya” ungkap mama Dila. “iya tante tenang aja, kita bakalan jagaiin Dila bae-bae” jawab teman-teman Dila dengan serempak. Sebenarnya teman-teman Dila telah terbiasa dengan ungkapan mamanya Dila saat mau pergi yaitu “titip  Dila ya” karena setiap mereka mau pergi kemanapun pasti mamanya Dila selalu menyebutka ungkapan tersebut. “mama…papa… Dila pergi yaa, mama papa baik-baik disini”ucap Dila sambil memeluk kedua orang tuanya.  “iya sayang kamu juga hati-hati ya disana” balas mama dan papa Dila.
Setelah berpamitan dengan mama dan papa Dila, Dila dan teman-temanya pun akhirnya pergi juga ke puncak. Selama perjalanan mereka ke puncak, mereka hanya sedkit terkena macet sehingga dengan cepat mereka sudah sampai di puncak dan langsung mencari villa yang mereka inginkan.
“aw…” teriak Lina saat Dila ikut melampar tubuhnya disampingnya. “eh, sorry sayooong ga sengaja hehehe” ungkap dila sambil memeluk Lina dengan tersenyum. “iya neng ga apa-apa kok, tapi kan disebelah sana masih luas tauuu!” balas Lina sambil menunjuk ujung tempat tidur. “aduuhh… jangan berantem ditempat tidur dong, kan tempat tidurnya jadi berentakan gini nona-nona!!” marah Velove kepada dua temannya yang sedang bermain perang bantal. “iya Velove maaf deh.. langsung kita rapihin lagi kok tempat tidurnya” ucap Lina dan Dila sambil memulai merapihkan tempat tidur itu. Velove memang terkenaldengan kerapihanya, ia sangat tertib dan juga sangat menjaga barang-barangnya makanya semua barang sangat apik dan juga apik. Berbeda dengan Lina dan Dila mereka ga jorok-jorok banget sih tapi mereka tidak serapih Velove, seengaknya barang mereka berdua lumayan tertata rapih di tempatnya itu saja sudah sangat cukup bagi mereka.  “ayo siap-siap kita kan mau makan malem, cepetan mandi nanti kita telat lagi!” suruh Wulan kepada teman-temanya. Wulan terkenal memang sangat on time, kalo salah satu dari mereka ada yang telat siap-siap aja kena omel sama Wulan.
Mereka bersepuluh pun akhirnya makan malam di sebuah restoran yang letaknya agak jauh dari villa tempat mereka menginap. Mereka sengaja memilih restoran disana karena restoran itu terkenal enak maka Dari itu mereka rela menempuh jarak yang lumayan jauh untuk bisa makan disana. Setelah merasa kenyang Dila memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar restoran itu. di restoran tersebut terdapat taman belakang yang sangat menarik minat Dila, maka setelah kenyang ia pun lansung bergegas ke sana meskipun sendirian karena teman-temanya masih sibuk menghabiskan makanan mereka masing-masing. Taman belakang restoran itu sangat bagus, disanya banyak sekali bermacam-macam bunga juga terdapat air mancur. Dila pun duduk di dekat air mancur tersebut, ia sangat menikmati suasa disana sejuk, terdengar gemericik air, tenang…. Lagi enak-enaknya menikmati tiba-tiba Dila merasa ada seseorang yang duduk di sampingnya. Lalu Dila pun membuka matanya. “hai.. gw ga ganggu kan?” jawab seorang lelaki yang duduk di sebelah Dila. Dalam sekejap Dila mati kutu, jantungnya berdegup cepat dan kencang, mulutnya beku, badanya ga bisa bergerak… “OMG ganteng bangeeeeett  :-o!!” batin Dila dalam hatinya. “oo..i..ya.. engga..ganggu kok” jawab Dila dengan terbata-bata. Lelaki itu hanya tersenyum dan menyenderkan punggungnya ke bangku lalu menutup matanya. Pandangan Dila tidak bisa berpaling dari lelaki tersebut. “Ya Tuhan… ganteng banget nih cowo, tinggi, badannya six pack, punya lesung pipit lagi,,, ga..ga..ga kuat – ga..ga..ga kuat!!”(*_*) batin Dila dalam hati sambil mengepalkan tanganya. Tiba-tiba laki-laki itu membuka matanya dan menatap langsung mata Dila. Hati Dila rasanya mau meleleh aja, cowo itu punya mata yang dalem banget dan tatapannya membuat Dila tenang sekaligus membuat jantung Dila tambah cenat-cenut (hehehe.. cenat-cenut biar kayak smash). “Delano” ucap cowo itu sambil mengulurkan tanganya pada Dila. “Dila”jawab Dila menyambut uluran tangan cowo itu. lalu dalam hatinya Dila berucap, aduh dari tadi kek kenalanya kan gw ga jadi salting (salah tingkah) gitu tadi di awal-awal (-_-“).  Setelah berkenalan Dila dan Delano pun mulai mengobrol, mereka sama-sama merasa nyaman dan juga nyambung satu sama lain. Tak terasa kalo mereka sudah setengah jam ngobrol disana sampai-sampai Dila di telephone sama Ray, kalo mereka sudah selesai makan dan akan segera kembali ke villa.
Sesampainya di villa Dila langsung masuk kamar mandi lalu didalam kamar mandi ia tersenyum-senyum sendiri mengingat pertemuanya dengan Delano. Tiba-tiba ia teringat mereka belum tukeran nomor hp ataupun tukeran pin BB. “astagaaa kenapa tadi ga tukeran yah?? Gimana sekarang kita komunikasi atau ketemu lagi??” tanya Dila pada dirinya sendiri. setelah membersihkan dirinya Dila pun keluar dari kamar mandi dengan muka yang murung. “loh Dil kenapa lo manyun gitu? Hampir sama tuh mulut lo sama omas hehehe” canda Citra. “rese lo cit hehehe… engga apa-apa kok gw, gw keluar sebentar ya pengen cari udara” ucap Dila sambil beranjak keluar pintu. Sesampainya diluar kamar Dila baru merasa agak tenangan dari kegalauan hatinya. Sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi Dila menghirup udara dalam-dalam, karena udara disana sangat sejuk tiba-tiba…”seger ya udaranya?” sapa Delano dari belakang. “hah? Iya udaranya seger sama sejuk banget” ucap Dila sambil membalikan badannya ke belakang agar bisa menatap Delano. Saat Dila membalikan badanya dan menatap Delano, Delano membalasnya dengan senyumnya yang manis banget plus lesung pipit favorit Dila. Hati Dila makin bedegup kencang saat melihatnya.
“oya Del lo ngapain bawa gitar?” Tanya Dila. “hehe..tadinya gw pengen maen gitar disini” jawab Delano sambil tersenyum malu. “eh.. ayo maen gitar aja gw pengen liat lo maen gitar” ungkap Dila sambil mengajak Delano duduk. “oke tapi jangan diketawaiin yah soalnya gw maennya jelek ckckckc” ungkap Delano. Tak lama setelah itu petikan gitar Delano pun terdengar, ia pun mulai bernyanyi. Dila berfikir sejenak lagu apa yang sedang dinyanyikan Delano?? Namun Dila langsung ingat ini merupakan salah satu lagu favoritnya yaitu # ENRIQUE IGLESIAS – HERO # lagunya rooomaaantis banget! “Suara Delano juga cukup bagus ga kalah deh sama suaranya Enrique, ganteng sama seksinya juga ga kalah kok hehehehe…” ungkap Dila di dalam hatinya. Setelah menyelesaikan lagunya Delano dan Dila pun mulai mengobrol. Setelah banyak mengobrol Dila akhirnya tau bahwa Delano 3 tahun lebih tua darinya, Delano pun sedang kuliah juga di jurusan bisnis. Ia sedang berlibur di sini bersama teman-temanya juga sama seperti Dila. “udah malem,kita masuk yuk” ajak Delano. “iya yuk udah dingin banget hehe” Dila pun menurut saat Delano mangajaknya masuk. Lalu Delano mengantar Dila ke kamarnya, sampe depan kamarnya doing tapi..hehehe. “oya Dil gw boleh minta nomor telephone lo atau pin BB lo ga? Biar kita gampang contactnya” Tanya Delano. “ooh boleh kok” jawab Dila. “boleh banget kok, malah bakalan gw kasi alamat rumah gw deh” ucap Dila dalam hatinya.
Lalu di hari ke dua di puncak Delano mengajak Dila jalan-jalan. Dan saat Delano menjemputnya di depan kamar, Dila pun memperkenalkan teman-temannya kepada Delano. Baru setelah itu ia dan Delano pergi. Dan di hari-hari beikutnya Delano pun selalu mengajak Dila keluar. Dan hati mereka mulai merasakan adanya rasa getaran cinta.
Dan pada malam terekhir Delano berencana untuk menyatakan perasaanya pada Dila, namun ia masih galau apakah tidak terlalu cepat???. Galau karena pemikiran itu Delano pun meminta masukan dan juga bantuan pada teman-teman Dila. Diluar dugaan teman-teman sangat mendukung rencana awal Delano, bahkan mereka berniat akan membuat suatu kejutan buat Dila. Lalu mereka bersama-sama menyusun rencana penembakan yang akan dilakukan Delano kepada Dila. Delano ingin acara penembakan itu dilakukan di taman belakang restoran waktu itu, karena menurutnya itu merupakan tempat pertama kali mereka bertemu dan ia juga ingin itu menjadi tempat awal mereka memulai hubungan.
Akhirnya datang juga hari terakhir mereka di puncak, tiba juga acara penembakan buat Dila hehe. Lalu pada malam itu teman-teman Dila mengajaknya ke restoran itu lagi. “loh kenapa kita ke restoran itu lagi? Mendingan kita ke tempat yang lain” Tanya Dila pada teman-temannya. “mmm.. abis makanan di situ enak banget sih Dil” jawab Bimo. “yah.. kalo elo emang pikiranya isinya makanan enak mulu” ungkap Dila pada Bimo sambil tertawa. Karena memang Bimo punya hobi makan makanan yang enak-enak makanya badannya termasuk seksi berlebih gitu hehehehe. Tak lama kemudian mereka pun sampai di restoran tersebut, lalu teman-teman membawa Dila langsung ke taman belakang. “loh kenapa ke sini? Ga pesen makanan dulu guys??” Tanya Dila saat dirinya digiring ke taman belakang restoran itu. tak satu pun temannya yang menjawab pertanyaan dari Dila.
Sesampainya di taman itu, Dila melihat ada yang berbeda dari taman tersebut. Di sana banyak berjejer lilin-lilin lalu tiba-tiba ada seikat bunga mawar putih di depan matanya. Dan Delano berdiri di depannya, dengan senyum favorit Dila. Dila hanya bisa membalas senyum Delano dengan pertanyaan “ini kenapa??”. “aku sebenarnya yang suruh temen-temen kamu untuk bawa kamu kesini” ungkap Delano. Lalu Delano pun berjalan mendekat pada Dila dan menggenggam tangan Dila. “Dila.. mungkin ini terlalu cepat tapi… aku beneran sayang sama kamu.. dan aku pengen jadi pacar kamu… apa kamu juga punya perasaan yang sama ke aku?” Dila sangat kaget dan ga bisa ngomong apa-apa. “kamu yakin Del, sama perasaan kamu?” Tanya Dila dengan suara yang terbata-bata. “aku menyatakan perasaanku saat ini karena memang aku sudah sangat yakin sama perasaan aku ke kamu” jawab Delano dengan mantap. “iya aku juga sayang kamu” jawab Dila dengan mantap juga.
“HOREEEEEE….!!!” “selamat yaa” Semua teman Dila dan Delano berteriak. Dila dan Delano hanya bisa tersenyum pada teman-teman mereka. “hahahaha.. akhirnya gw udah ga jomblo lagi” ucap Dila dengan senang. “I love you puncak wkwkwkw, jomblo gw hilang di puncak hahahaha” ungkap Dila sambil tertawa senang karena sudah bisa menanggalkan gelar jomblonya.
 
           



Tidak ada komentar:

Posting Komentar