NPM : 11211659
Kelas : 1EA19
Matkul : Ilmu Budaya Dasar
cinta
It’s all about love
Semua tentang cinta
Cinta
CINTA… itu hanya
sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf yaitu: C, I, N, T, A. Tetapi makna atau arti
dari cinta itu sangatlah besar. Bagi setiap orang mempunyai pendapatnya ataupun
persepsi masing-masing terhadap apa arti sebenarnya dari cinta itu. Dan setiap
orang pun memilki caranya masing-masing dalam merasakan cinta.
Dan menurut saya cinta itu adalah
suatu perasaan yang sangat dalam dan saat kita mulai mencintai seseorang kita
juga harus siap kehilangan karena cinta tak selalu harus memilki, awal dari
cinta itu hadir adalah dari adanya rasa ketertarikan terhadap lawan jenis namun
lama-kelamaan rasa ketertarikan itu terus bertambah hingga rasa ingin memilki
orang tersebut. Perasaan cinta tidak dapat diduga kapan datangnya juga kepada
siapa rasa cinta itu tumbuh, juga perasaan cinta itu tidak dapat dipaksakan.
Bagi saya cinta itu bagaikan topeng… topeng mempunyai dua sisi dan topeng pun
bisa menyembunyikan wajah seseorang. Menurut saya cinta pun seperti itu, cinta
mempunyai dua sisi yaitu sisi pertama disaat kita baru merasakan cinta sungguh
indah dan menyenangkan apapun yang kita lakukan semuanya kita lakukan dengan
senang hati hidup kita pun terasa lebih berwarna, sedangkan sisi yang kedua
disaat kita disakiti atau tersakiti oleh orang yang sangat kita cintai perasaan
senang itupun langsung lenyap dalam sekejap yang terasa hanyalah rasa sakit.
Cinta juga dapat menyembunyikan keburukan ataupun kebaikan seseorang, saat kita
mencintai seseorang kita harus bisa menerima dia apa adanya. Maka dari itu rasa
cinta itu dapat menyembunyikan sesuatu.
Disini saya akan membuat suatu
cerita tentang betapa besarnya cinta seseorang perempuan terhadap laki-laki
pada pandangan pertama.
#JOMBLO GW HILANG DI PUNCAK#
“Horeeee ^0^... puncak I am coming!!” ucap Dila sambil
melompat turun dari tempat tidurnya. Hari sabtu pagi ini rencanya Dila dan juga
teman-teman kampusnya akan menginap ke puncak. Dila dan teman-temanya bakalan
menginap di puncak selama seminggu, karena mereka ingin merayakan telah
selesainya Ujian Akhir semester di kampus mereka. Dila adalah salah satu
mahasiswi dari universitas yang cukup bagus di Indonesia, di kampus itu Dila
mengambil jurusan ekonomi management saat ini ia masih tercatat sebagai
mahasiswa baru.
“ Citra hari ini kita jadi kan? Dino
hari ini kita jadi kan? Ray hari ini kita jadi kan? Lina hari ini kita jadi
kan? Sera hari ini kita jadi kan? Bimo hari ini kita jadi kan? Vano hari ini
kita jadi kan? Velove hari ini kita jadi kan? Nabila hari ini kita jadi kan?
Wulan hari ini kita jadi kan?” tulis Dila saat ia mengirim BBM ke teman-temanya
yang sudah berencana akan pergi puncak bersama-sama. “jadi kok, jam 10.00 kita
ngumpul dirumah lo ya” jawab semua teman Dila. Setelah Dila menerima BBM dari
teman-temanya tersebut, ia pun langsung meluncur ke kamar mandi karena saat ini
waktu sudah menunjukan 09.00. Hobi Dila adalah menyanyi dan suara Dila pun ya
jelek-jelek bangetlah, “ I AM A SINGLE LADIES… I AM A SINGLE LADIES NOW PUT YOU
HANDS UP…” itu adalah lagu yang sedang Dila sangat sukai. Karena baginya lagu
dari Beyonce itu sangat sesuai dengan status jomblonya sekarang. “hehehe… gue
ga mau nyanyi lagu galau lagi ahhh, bosen!” ucap Dila pada dirinya sendiri.
karena diantara teman-temanya hanya Dila yang belum punya pacar, sebenernya
Dila belom pernah pacaran. Maka dari itu Dila udah bosen banget sama gelar
jomblo yang susah banget dilepasnya.
Dila mandi
dengan rasa yang sangat senang, karena ini pertama kalinya ia menginap bersama
teman-teman kampusnya. Dulu saat SMA Dila juga pernah menginap bersama
teman-temanya, tetapi sekarang Dila akan menginap bersama teman kuliahnya. Dila
merasa ini adalah pengalaman yang baru dan pastinya seru. Maka dari itu Dila
sangat senang dan juga sangat bersemangat saat diajak menginap bersama temanya.
Jam 09.35 Dila sudah keluar dari kamar mandi kemudian
ia berpakaian dan juga mengeluarkan tas ransel yang akan dibawanya ke puncak.
“mamaku , papaku sayaaang …” Dila berteriak-riak memanggil kedua orang tuanya.
Dila merupakan anak yang terbilang cukup manja pada kedua orang tuanya karena
ia adalah anak tunggal. “iya sayang, mama sama papa di meja makan” sahut mama
dari jauh. Setelah mendengar suara dari mamanya Dila pun berjalan menuju ke ruanga
makan. “ma, pa hari ini aku jadi ke puncak ya nanti anak-anak pada ngumpul
disini kok dulu sebelum pergi” ungkap Dila sambil mengambil roti yang sudah
disiapkan oleh bibi di atas piring. Baru
saja Dila menghabiskan rotinya, suara klakson mobil temanya sudah terdengar
dari luar rumah. Setelah pintu rumah dibuka oleh bibi teman-teman Dila pun
memasuki rumah. “selamat pagi tante, om” sapa teman-teman Dila pada mama dan
juga papa Dila. “iya pagi… kalian mau jalan langsung sekarang ya?” jawab mama
Dila sedagkan papanya hanya tersenyum pada teman-teman Dila. “iya tante kita
langsung jalan sekarang aja, soalnya takut macet tante ke puncaknya” jawab
Vano. “oo.. yaudah hati-hati ya kalian semua, tante titip Dila ya” ungkap mama
Dila. “iya tante tenang aja, kita bakalan jagaiin Dila bae-bae” jawab
teman-teman Dila dengan serempak. Sebenarnya teman-teman Dila telah terbiasa
dengan ungkapan mamanya Dila saat mau pergi yaitu “titip Dila ya” karena setiap mereka mau pergi
kemanapun pasti mamanya Dila selalu menyebutka ungkapan tersebut. “mama…papa…
Dila pergi yaa, mama papa baik-baik disini”ucap Dila sambil memeluk kedua orang
tuanya. “iya sayang kamu juga hati-hati
ya disana” balas mama dan papa Dila.
Setelah berpamitan dengan mama dan papa Dila, Dila dan
teman-temanya pun akhirnya pergi juga ke puncak. Selama perjalanan mereka ke
puncak, mereka hanya sedkit terkena macet sehingga dengan cepat mereka sudah
sampai di puncak dan langsung mencari villa yang mereka inginkan.
“aw…” teriak Lina saat Dila ikut melampar tubuhnya
disampingnya. “eh, sorry sayooong ga sengaja hehehe” ungkap dila sambil memeluk
Lina dengan tersenyum. “iya neng ga apa-apa kok, tapi kan disebelah sana masih
luas tauuu!” balas Lina sambil menunjuk ujung tempat tidur. “aduuhh… jangan
berantem ditempat tidur dong, kan tempat tidurnya jadi berentakan gini
nona-nona!!” marah Velove kepada dua temannya yang sedang bermain perang
bantal. “iya Velove maaf deh.. langsung kita rapihin lagi kok tempat tidurnya”
ucap Lina dan Dila sambil memulai merapihkan tempat tidur itu. Velove memang
terkenaldengan kerapihanya, ia sangat tertib dan juga sangat menjaga
barang-barangnya makanya semua barang sangat apik dan juga apik. Berbeda dengan
Lina dan Dila mereka ga jorok-jorok banget sih tapi mereka tidak serapih
Velove, seengaknya barang mereka berdua lumayan tertata rapih di tempatnya itu
saja sudah sangat cukup bagi mereka. “ayo
siap-siap kita kan mau makan malem, cepetan mandi nanti kita telat lagi!” suruh
Wulan kepada teman-temanya. Wulan terkenal memang sangat on time, kalo salah
satu dari mereka ada yang telat siap-siap aja kena omel sama Wulan.
Mereka bersepuluh pun akhirnya makan malam di sebuah
restoran yang letaknya agak jauh dari villa tempat mereka menginap. Mereka
sengaja memilih restoran disana karena restoran itu terkenal enak maka Dari itu
mereka rela menempuh jarak yang lumayan jauh untuk bisa makan disana. Setelah
merasa kenyang Dila memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar restoran itu. di
restoran tersebut terdapat taman belakang yang sangat menarik minat Dila, maka
setelah kenyang ia pun lansung bergegas ke sana meskipun sendirian karena
teman-temanya masih sibuk menghabiskan makanan mereka masing-masing. Taman
belakang restoran itu sangat bagus, disanya banyak sekali bermacam-macam bunga
juga terdapat air mancur. Dila pun duduk di dekat air mancur tersebut, ia
sangat menikmati suasa disana sejuk, terdengar gemericik air, tenang…. Lagi
enak-enaknya menikmati tiba-tiba Dila merasa ada seseorang yang duduk di
sampingnya. Lalu Dila pun membuka matanya. “hai.. gw ga ganggu kan?” jawab
seorang lelaki yang duduk di sebelah Dila. Dalam sekejap Dila mati kutu,
jantungnya berdegup cepat dan kencang, mulutnya beku, badanya ga bisa bergerak…
“OMG ganteng bangeeeeett :-o!!” batin
Dila dalam hatinya. “oo..i..ya.. engga..ganggu kok” jawab Dila dengan
terbata-bata. Lelaki itu hanya tersenyum dan menyenderkan punggungnya ke bangku
lalu menutup matanya. Pandangan Dila tidak bisa berpaling dari lelaki tersebut.
“Ya Tuhan… ganteng banget nih cowo, tinggi, badannya six pack, punya lesung
pipit lagi,,, ga..ga..ga kuat – ga..ga..ga kuat!!”(*_*) batin Dila dalam hati
sambil mengepalkan tanganya. Tiba-tiba laki-laki itu membuka matanya dan
menatap langsung mata Dila. Hati Dila rasanya mau meleleh aja, cowo itu punya
mata yang dalem banget dan tatapannya membuat Dila tenang sekaligus membuat
jantung Dila tambah cenat-cenut (hehehe.. cenat-cenut biar kayak smash).
“Delano” ucap cowo itu sambil mengulurkan tanganya pada Dila. “Dila”jawab Dila
menyambut uluran tangan cowo itu. lalu dalam hatinya Dila berucap, aduh dari
tadi kek kenalanya kan gw ga jadi salting (salah tingkah) gitu tadi di
awal-awal (-_-“). Setelah berkenalan
Dila dan Delano pun mulai mengobrol, mereka sama-sama merasa nyaman dan juga
nyambung satu sama lain. Tak terasa kalo mereka sudah setengah jam ngobrol
disana sampai-sampai Dila di telephone sama Ray, kalo mereka sudah selesai
makan dan akan segera kembali ke villa.
Sesampainya di villa Dila langsung masuk kamar mandi
lalu didalam kamar mandi ia tersenyum-senyum sendiri mengingat pertemuanya
dengan Delano. Tiba-tiba ia teringat mereka belum tukeran nomor hp ataupun
tukeran pin BB. “astagaaa kenapa tadi ga tukeran yah?? Gimana sekarang kita
komunikasi atau ketemu lagi??” tanya Dila pada dirinya sendiri. setelah membersihkan
dirinya Dila pun keluar dari kamar mandi dengan muka yang murung. “loh Dil
kenapa lo manyun gitu? Hampir sama tuh mulut lo sama omas hehehe” canda Citra.
“rese lo cit hehehe… engga apa-apa kok gw, gw keluar sebentar ya pengen cari
udara” ucap Dila sambil beranjak keluar pintu. Sesampainya diluar kamar Dila
baru merasa agak tenangan dari kegalauan hatinya. Sambil mengangkat tangannya
tinggi-tinggi Dila menghirup udara dalam-dalam, karena udara disana sangat
sejuk tiba-tiba…”seger ya udaranya?” sapa Delano dari belakang. “hah? Iya
udaranya seger sama sejuk banget” ucap Dila sambil membalikan badannya ke
belakang agar bisa menatap Delano. Saat Dila membalikan badanya dan menatap
Delano, Delano membalasnya dengan senyumnya yang manis banget plus lesung pipit
favorit Dila. Hati Dila makin bedegup kencang saat melihatnya.
“oya Del lo ngapain bawa gitar?” Tanya Dila.
“hehe..tadinya gw pengen maen gitar disini” jawab Delano sambil tersenyum malu.
“eh.. ayo maen gitar aja gw pengen liat lo maen gitar” ungkap Dila sambil
mengajak Delano duduk. “oke tapi jangan diketawaiin yah soalnya gw maennya
jelek ckckckc” ungkap Delano. Tak lama setelah itu petikan gitar Delano pun
terdengar, ia pun mulai bernyanyi. Dila berfikir sejenak lagu apa yang sedang
dinyanyikan Delano?? Namun Dila langsung ingat ini merupakan salah satu lagu
favoritnya yaitu # ENRIQUE IGLESIAS – HERO # lagunya rooomaaantis
banget! “Suara Delano juga cukup bagus ga kalah deh sama suaranya Enrique, ganteng
sama seksinya juga ga kalah kok hehehehe…” ungkap Dila di dalam hatinya. Setelah
menyelesaikan lagunya Delano dan Dila pun mulai mengobrol. Setelah banyak
mengobrol Dila akhirnya tau bahwa Delano 3 tahun lebih tua darinya, Delano pun
sedang kuliah juga di jurusan bisnis. Ia sedang berlibur di sini bersama
teman-temanya juga sama seperti Dila. “udah malem,kita masuk yuk” ajak Delano.
“iya yuk udah dingin banget hehe” Dila pun menurut saat Delano mangajaknya
masuk. Lalu Delano mengantar Dila ke kamarnya, sampe depan kamarnya doing
tapi..hehehe. “oya Dil gw boleh minta nomor telephone lo atau pin BB lo ga?
Biar kita gampang contactnya” Tanya Delano. “ooh boleh kok” jawab Dila. “boleh
banget kok, malah bakalan gw kasi alamat rumah gw deh” ucap Dila dalam hatinya.
Lalu di hari ke dua di puncak Delano mengajak Dila
jalan-jalan. Dan saat Delano menjemputnya di depan kamar, Dila pun
memperkenalkan teman-temannya kepada Delano. Baru setelah itu ia dan Delano
pergi. Dan di hari-hari beikutnya Delano pun selalu mengajak Dila keluar. Dan
hati mereka mulai merasakan adanya rasa getaran cinta.
Dan pada malam terekhir Delano berencana untuk
menyatakan perasaanya pada Dila, namun ia masih galau apakah tidak terlalu
cepat???. Galau karena pemikiran itu Delano pun meminta masukan dan juga
bantuan pada teman-teman Dila. Diluar dugaan teman-teman sangat mendukung
rencana awal Delano, bahkan mereka berniat akan membuat suatu kejutan buat
Dila. Lalu mereka bersama-sama menyusun rencana penembakan yang akan dilakukan
Delano kepada Dila. Delano ingin acara penembakan itu dilakukan di taman
belakang restoran waktu itu, karena menurutnya itu merupakan tempat pertama
kali mereka bertemu dan ia juga ingin itu menjadi tempat awal mereka memulai
hubungan.
Akhirnya datang juga hari terakhir mereka di puncak,
tiba juga acara penembakan buat Dila hehe. Lalu pada malam itu teman-teman Dila
mengajaknya ke restoran itu lagi. “loh kenapa kita ke restoran itu lagi?
Mendingan kita ke tempat yang lain” Tanya Dila pada teman-temannya. “mmm.. abis
makanan di situ enak banget sih Dil” jawab Bimo. “yah.. kalo elo emang
pikiranya isinya makanan enak mulu” ungkap Dila pada Bimo sambil tertawa.
Karena memang Bimo punya hobi makan makanan yang enak-enak makanya badannya
termasuk seksi berlebih gitu hehehehe. Tak lama kemudian mereka pun sampai di
restoran tersebut, lalu teman-teman membawa Dila langsung ke taman belakang.
“loh kenapa ke sini? Ga pesen makanan dulu guys??” Tanya Dila saat dirinya
digiring ke taman belakang restoran itu. tak satu pun temannya yang menjawab
pertanyaan dari Dila.
Sesampainya di taman itu, Dila melihat ada yang
berbeda dari taman tersebut. Di sana banyak berjejer lilin-lilin lalu tiba-tiba
ada seikat bunga mawar putih di depan matanya. Dan Delano berdiri di depannya,
dengan senyum favorit Dila. Dila hanya bisa membalas senyum Delano dengan
pertanyaan “ini kenapa??”. “aku sebenarnya yang suruh temen-temen kamu untuk
bawa kamu kesini” ungkap Delano. Lalu Delano pun berjalan mendekat pada Dila
dan menggenggam tangan Dila. “Dila.. mungkin ini terlalu cepat tapi… aku
beneran sayang sama kamu.. dan aku pengen jadi pacar kamu… apa kamu juga punya
perasaan yang sama ke aku?” Dila sangat kaget dan ga bisa ngomong apa-apa.
“kamu yakin Del, sama perasaan kamu?” Tanya Dila dengan suara yang
terbata-bata. “aku menyatakan perasaanku saat ini karena memang aku sudah
sangat yakin sama perasaan aku ke kamu” jawab Delano dengan mantap. “iya aku
juga sayang kamu” jawab Dila dengan mantap juga.
“HOREEEEEE….!!!” “selamat yaa” Semua teman Dila dan
Delano berteriak. Dila dan Delano hanya bisa tersenyum pada teman-teman mereka.
“hahahaha.. akhirnya gw udah ga jomblo lagi” ucap Dila dengan senang. “I love
you puncak wkwkwkw, jomblo gw hilang di puncak hahahaha” ungkap Dila sambil
tertawa senang karena sudah bisa menanggalkan gelar jomblonya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar