NPM : 11211659
Kelas : 1EA19
Matkul : Ilmu Budaya Dasar
GALAU
GALAU… banyak banget anak muda
sekarang yang memakai kata atau bahasa tersebut. Pokoknya semua yang membuat
bingun pasti di bilang galau :D.
sebenarnya arti dari galau itu pun adalah bingung saat akan mengambil
keputusan atau saat kita merasakan sakit hati, itu menurut saya sih hehe. Dalam
tulisan ini saya akan menceritakan sebuah kegalauan yang dialami seseorang
perempuan saat ia akan mengambil suatu keputusan yang dapat mempengaruhi hidupnya
di masa depan nanti. Tetapi cerita ini tidak meceritakan kegalauan yang saya
alami. Mudah – mudahan yang membaca cerita ini dapat memetik hal baiknya ya
hehe.
Sebutlah Clara … Clara adalah salah
satu siswi SMA di Jakarta. Saat ini Clara sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi
akan menjalani Ujian Nasional. Di kelasnya Clara sebagai murid yang cukup
berprestasi ia termasuk dalam 5 besar di kelas, di tengah teman-temannya pun
Clara dikenal sebagai anak yang baik dan juga asik. Maka di SMUnya Clara
dikenal sebagai ketua osis yang sangat disiplin juga sangat terpecaya. Karena dari
kerja keras Clara dan para pengurus osis SMUnya sekarang menjadi lebih dikenal
dalam kalangan masyarakat seperti
memenangkan berbagai lomba antar sekolah-sekolah. Di sekolahnya Clara dikenal
sebagai siswi yang berkompeten.
Clara mempunyai satu orang sahabat
yang sangat dekat, karena mereka sudah bersahabat sejak kecil. Namanya Jill,
rumah mereka berdua pun tidak jauh dan kedua orang tua mereka pun sudah saling
bersahabat juga. Keluarga mereka sudah bagaikan saudara, dan Clara juga
menganggap Jill sebagai kakaknya karena umur Jill lebih tua daripada Clara (
padahal cuman beda 2 bulan hehe). Clara mempunyai seorang pacar yang bernama Raka
mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Mereka mulai berpacaran sejak kelas 2
SMP, mereka berdua tidak pernah putus nyambung karena mereka saling mengerti
perasaan pasanganya. Raka juga bersekolah di SMU yang sama dengan Clara, di SMU
Raka lebih dikenal sebagai siswa yang sangat aktif dalam bidang olahraga. Raka
sudah mengantar SMU ke berbagai kejuaraan Futsal dan juga basket. Tetapi Raka
lebih berprestasi di bidang bola basket, karena memang dari kecil ia sangat
menyukai basket. Masing-masing keluarga Raka dan Clara sudah sangat setuju
dengan hubungan mereka berdua. Clara dan Raka pun sudah sangat serius menjalani
hubungan mereka ini karena mereka sudah mendapatkan restu dari masing-masing
orang tuanya.
Tetapi hubungan harmonis antara Raka
dan Clara dalam sekejap rusak karena satu kata dari Raka. “ aku mau kita kayak
temen-temen aku!” , “kalo engga kita putus aja!!!” Maksud dari Raka adalah di
antara semua temanya banyak sekali temannya yang sudah berhubungan sex dengan
pacar mereka masing-masing. Sedangkan Raka dan Clara sudah lebih lama
berpacaran namun melakukannya. Saat mendengar perkataan itu Clara langsung diam
terpaku sekaligus takut. Di satu sisi ia tidak mau melakukan hal itu sebelum
mereka menikah secara sah karena melakukannya diluar nikah termasuk dosa yang
besar, tetapi di satu sisi lagi ia tidak mau kehilangan Raka rasa sayangnya
terhadap Raka sudah sangat besar dan ia tidak bisa hidup tanpa Raka. Lalu Clara
meminta waktu kepada Raka untuk memikirkan jawabanya.
Lalu Clara langsung becerita
keingianan Raka kepada Jill. Jill pun sangat kaget mendengar keinginan Raka
itu. tetapi Jill memberikan satu masukan yang membuat Clara agak tenang. “ ini
hidup lo Cla gw cuman bisa kasih masukan, menurut gw pilihlah apa yang terbaik
untuk hidup lo kedepannya!” “setiap langkah yang lo ambil lo harus bisa
menanggung resikonya sendiri, tapi gw akan selalu ada dan selalu disamping lo
Cla”. Masukan itu membuat Clara bisa mengambil keputusan saat ia akan menjawab
permintaan dari Raka.
Setelah tekadnya bulat Clara pun minta
bertemu dengan Raka. Saat itu Clara berbicara “ maaf Raka aku ga bisa”. “loh
kenapa ga bisa Cla? Kita kan udah pacaran lama, kita udah saling percaya dan
sayang” jawab Raka ngotot. “iya aku tau kita saling menyayangi… tetapi jika
kamu memang benar menyayangi aku kamu bisa menghargai aku sebagai perempuan”
jawab Clara dengan lembut. “itu pilihan kamu? Berarti kamu pengen kita putus?”
ucap Raka dengan nada yang marah karena tidak menerima jawaban Clara. “aku ga
pengen kita putus, tapi aku ga bisa ngelakuin apa yang kamu minta Raka” ungkap
Clara. “terserah kamu deh, kita PUTUS!!” ucap Raka marah dan meninggalkan Clara
sendirian.Didalam hatinya Clara merasa ini adalah suatu keputusan yang benar,
karena kalo memang Raka benar-benar menyayanginya maka dia akan menghargai
keputusan Clara.
Menurut saya keputusan yang diambil
oleh Clara adalah keputusan yang sangat tepat. Karena tingkat rasa sayang
seseorang tidak dapat dinilai dari hubungan sex semata. Dan untuk seorang
perempuan “virgin” adalah suatu hal yang harus benar-benar kita jaga. Ga ada
alasan untuk menyerahkan kevirginan seorang perempuan karena rasa sayang. Karena
jika seorang laki-laki benar-benar menyayangi kita pasti mereka akan menghargai
kita.
Mengapa saya mengangkat cerita ini
dalam tulisan galau ini, karena saat ini banyak sekali remaja putri yang
mengalami kegalauan seperti itu. tak sedikit dari mereka yang akhirnya
mengambil keputusan yang salah, dan menurut saya ini merupakan kegelisahan atau
kegalauan yang sangat menyita perhatian. Dan untuk para perempuan di luar sana yang galau karena masalah ini
saya berharap kalian bisa mengambil keputasan yang benar karena ini menyangkut
hidup kalian di masa depan nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar