Minggu, 27 November 2011

TULISAN 7

Nama   : Cindy Lasita Syahraini
NPM    : 11211659
Kelas    : 1EA19
Matkul   : Ilmu  Budaya Dasar


GALAU
GALAU… banyak banget anak muda sekarang yang memakai kata atau bahasa tersebut. Pokoknya semua yang membuat bingun pasti di bilang galau :D.  sebenarnya arti dari galau itu pun adalah bingung saat akan mengambil keputusan atau saat kita merasakan sakit hati, itu menurut saya sih hehe. Dalam tulisan ini saya akan menceritakan sebuah kegalauan yang dialami seseorang perempuan saat ia akan mengambil suatu keputusan yang dapat mempengaruhi hidupnya di masa depan nanti. Tetapi cerita ini tidak meceritakan kegalauan yang saya alami. Mudah – mudahan yang membaca cerita ini dapat memetik hal baiknya ya hehe.
Sebutlah Clara … Clara adalah salah satu siswi SMA di Jakarta. Saat ini Clara sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan menjalani Ujian Nasional. Di kelasnya Clara sebagai murid yang cukup berprestasi ia termasuk dalam 5 besar di kelas, di tengah teman-temannya pun Clara dikenal sebagai anak yang baik dan juga asik. Maka di SMUnya Clara dikenal sebagai ketua osis yang sangat disiplin juga sangat terpecaya. Karena dari kerja keras Clara dan para pengurus osis SMUnya sekarang menjadi lebih dikenal dalam kalangan masyarakat  seperti memenangkan berbagai lomba antar sekolah-sekolah. Di sekolahnya Clara dikenal sebagai siswi yang berkompeten.
Clara mempunyai satu orang sahabat yang sangat dekat, karena mereka sudah bersahabat sejak kecil. Namanya Jill, rumah mereka berdua pun tidak jauh dan kedua orang tua mereka pun sudah saling bersahabat juga. Keluarga mereka sudah bagaikan saudara, dan Clara juga menganggap Jill sebagai kakaknya karena umur Jill lebih tua daripada Clara ( padahal cuman beda 2 bulan hehe). Clara mempunyai seorang pacar yang bernama Raka mereka sudah berpacaran selama 5 tahun. Mereka mulai berpacaran sejak kelas 2 SMP, mereka berdua tidak pernah putus nyambung karena mereka saling mengerti perasaan pasanganya. Raka juga bersekolah di SMU yang sama dengan Clara, di SMU Raka lebih dikenal sebagai siswa yang sangat aktif dalam bidang olahraga. Raka sudah mengantar SMU ke berbagai kejuaraan Futsal dan juga basket. Tetapi Raka lebih berprestasi di bidang bola basket, karena memang dari kecil ia sangat menyukai basket. Masing-masing keluarga Raka dan Clara sudah sangat setuju dengan hubungan mereka berdua. Clara dan Raka pun sudah sangat serius menjalani hubungan mereka ini karena mereka sudah mendapatkan restu dari masing-masing orang tuanya.
Tetapi hubungan harmonis antara Raka dan Clara dalam sekejap rusak karena satu kata dari Raka. “ aku mau kita kayak temen-temen aku!” , “kalo engga kita putus aja!!!” Maksud dari Raka adalah di antara semua temanya banyak sekali temannya yang sudah berhubungan sex dengan pacar mereka masing-masing. Sedangkan Raka dan Clara sudah lebih lama berpacaran namun melakukannya. Saat mendengar perkataan itu Clara langsung diam terpaku sekaligus takut. Di satu sisi ia tidak mau melakukan hal itu sebelum mereka menikah secara sah karena melakukannya diluar nikah termasuk dosa yang besar, tetapi di satu sisi lagi ia tidak mau kehilangan Raka rasa sayangnya terhadap Raka sudah sangat besar dan ia tidak bisa hidup tanpa Raka. Lalu Clara meminta waktu kepada Raka untuk memikirkan jawabanya.
Lalu Clara langsung becerita keingianan Raka kepada Jill. Jill pun sangat kaget mendengar keinginan Raka itu. tetapi Jill memberikan satu masukan yang membuat Clara agak tenang. “ ini hidup lo Cla gw cuman bisa kasih masukan, menurut gw pilihlah apa yang terbaik untuk hidup lo kedepannya!” “setiap langkah yang lo ambil lo harus bisa menanggung resikonya sendiri, tapi gw akan selalu ada dan selalu disamping lo Cla”. Masukan itu membuat Clara bisa mengambil keputusan saat ia akan menjawab permintaan dari Raka.
Setelah tekadnya bulat Clara pun minta bertemu dengan Raka. Saat itu Clara berbicara “ maaf Raka aku ga bisa”. “loh kenapa ga bisa Cla? Kita kan udah pacaran lama, kita udah saling percaya dan sayang” jawab Raka ngotot. “iya aku tau kita saling menyayangi… tetapi jika kamu memang benar menyayangi aku kamu bisa menghargai aku sebagai perempuan” jawab Clara dengan lembut. “itu pilihan kamu? Berarti kamu pengen kita putus?” ucap Raka dengan nada yang marah karena tidak menerima jawaban Clara. “aku ga pengen kita putus, tapi aku ga bisa ngelakuin apa yang kamu minta Raka” ungkap Clara. “terserah kamu deh, kita PUTUS!!” ucap Raka marah dan meninggalkan Clara sendirian.Didalam hatinya Clara merasa ini adalah suatu keputusan yang benar, karena kalo memang Raka benar-benar menyayanginya maka dia akan menghargai keputusan Clara.
Menurut saya keputusan yang diambil oleh Clara adalah keputusan yang sangat tepat. Karena tingkat rasa sayang seseorang tidak dapat dinilai dari hubungan sex semata. Dan untuk seorang perempuan “virgin” adalah suatu hal yang harus benar-benar kita jaga. Ga ada alasan untuk menyerahkan kevirginan seorang perempuan karena rasa sayang. Karena jika seorang laki-laki benar-benar menyayangi kita pasti mereka akan menghargai kita.
Mengapa saya mengangkat cerita ini dalam tulisan galau ini, karena saat ini banyak sekali remaja putri yang mengalami kegalauan seperti itu. tak sedikit dari mereka yang akhirnya mengambil keputusan yang salah, dan menurut saya ini merupakan kegelisahan atau kegalauan yang sangat menyita perhatian. Dan untuk para perempuan  di luar sana yang galau karena masalah ini saya berharap kalian bisa mengambil keputasan yang benar karena ini menyangkut hidup kalian di masa depan nanti.   
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar